Berikut ini adalah ringkasan siklus hidup dari Jamur Tiram Putih. Suatu Jamur Tiram Putih dewasa mempunyai bilah-bilah atau sekat-sekat yang jumlahnya banyak. Di dalam bilah-bilah tersebut terdapat bagian yang disebut Basidia. Di ujung Basidia terdapat kantung yang berisi banyak spora atau disebut juga Basidiospore. Fungsi Spora adalah untuk berkembang biak. Untuk membuat bibit induk atau F1, diambil bagian bawah tudung ini dengan ukuran 3 mili persegi yang dimasukan ke dalam cawan petri/tabung reaksi yang berisi PDA.
Setelah spora-spora dilepaskan ke suatu media, selanjutnya akan terbentuk hyphae. Kemudian hyphae akan membentuk cabang hasil pembentukan dari dua nukleus, percabangan ditutupi oleh septum. Kumpulan dari hyphae disebut miselium, yaitu suatu jaringan yang disebut sambung menyambung berwarna putih. Tahap selanjutnya miselium akan terbentuk sampai menjadi miselium dewasa. Selanjutnya akan terbentuk bakal Jamur Tiram Putih. Setelah menjadi dewasa, Jamur sudah dapat dipanen atau dipersiapkan kembali untuk menjadi bibit induk.

Siklus Hidup Jamur Tiram Putih

Siklus Hidup Jamur Tiram Putih